NASIONAL

Indonesia-Filipina Sepakat Perkuat Kerja Sama Bilateral

×

Indonesia-Filipina Sepakat Perkuat Kerja Sama Bilateral

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Indonesia dan Filipina sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis seperti ekonomi, politik dan keamanan, dan isu-isu internasional.

“Dalam hal kerja sama ekonomi, kami sepakat untuk memperkuat kolaborasi, antara lain penyelesaian mata uang lokal dan sistem pembayaran QR yang lebih kuat,” kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam pernyataan pers bersama Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Indonesia dan Filipina juga akan memperkuat konektivitas antara kota-kota perbatasan Indonesia dan Filipina, seperti Manado, Bitung, Davao, dan General Santos.

Sugiono mengatakan bahwa Indonesia menyambut baik kemajuan kemitraan mineral kritis, termasuk Aliansi Nikel, untuk membangun rantai pasokan global yang tangguh.

Baca Juga  Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana Tanggal 19 Maret 2025

Terkait politik dan keamanan, Indonesia dan Filipina sepakat untuk memperkuat kerja sama maritim, meningkatkan pengelolaan perbatasan, dan mempercepat diskusi tentang penetapan batas landas kontinen berdasarkan hukum internasional.

“Kami juga sepakat untuk memperkuat kerja sama industri pertahanan, termasuk melalui pengadaan peralatan pertahanan buatan Indonesia. Dalam hal konsuler, kami menyambut baik kemajuan dalam penyelesaian masalah orang-orang keturunan Indonesia dan orang-orang keturunan Filipina,” kata Sugiono.

Selain itu, Sugiono mengatakan bahwa Indonesia dan Filipina bertukar pandang tentang isu-isu regional dan global, menegaskan kembali pentingnya perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan melalui penghormatan penuh terhadap hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982.

Indonesia dan Filipina juga menekankan pentingnya proses politik inklusif di Myanmar untuk mendukung perdamaian jangka panjang, stabilitas regional, dan bantuan kemanusiaan, kata Sugiono.

Baca Juga  300 Mahasiswa Unes Bakal Kawal Penilaian Padang Rancak Award

Terkait situasi geopolitik di Timur Tengah, Indonesia dan Filipina meyakini bahwa gencatan senjata saat ini merupakan langkah penting untuk mencegah eskalasi lebih luas.

Menlu RI itu menegaskan bahwa stabilitas di kawasan Teluk sangat penting karena setiap gangguan akan memengaruhi keamanan, energi, rantai pasokan, dan ketahanan ekonomi di kawasan ASEAN dan Asia.

“Pada saat yang sama, kami percaya bahwa perdamaian dan stabilitas yang langgeng di Timur Tengah tidak dapat dicapai tanpa keadilan bagi Palestina juga, dan kami berdua percaya bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya solusi untuk masalah ini,” ujar Sugiono. (*)