HARIANALUAN. ID – Murid kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Padang melaksanakan praktik pembelajaran Keminangkabauan yaitu prosesi makan bajamba Kamis, 30 April 2026.
Kegiatan makan bajamba ini turut dihadiri Pengawas MI Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Padang, Kepala Madrasah Terpadu di lingkungan Gunung Pangilun, Lurah Gunung Pangilun, Babinkamtibmas dan Pengurus Komite.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai yang diikuti murid kelas VI bersama guru dan wali murid. Setelah pawai, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan prosesi makan bajamba.
Pada pembukaan acara, beberapa siswa kelas VI menyampaikan pantun pasambahan makan sebagai bentuk tradisi adat Minangkabau sebelum prosesi makan dimulai.
Kepala MIN 3 Padang, M. Yusuf Jumat dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar siswa dapat mengenal dan memahami budaya Minangkabau secara nyata, khususnya dalam adab dan tata cara makan.
“Kegiatan ini kita laksanakan agar anak-anak mengetahui budaya Minangkabau, memhami adab duduk, serta cara makan yang baik sesuai tradisi. Ini bagian dari pembelajaran karakter yang penting bagi siswa,” ujar M. Yusuf.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, terutama kepada orang tua/wali murid yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah ikut berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.
Lurah Gunung Pangilun Yos Deki juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.
Ia menegaskan pentingnya memperkenalkan adat Minangkabau sejak dini, karena masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami adatnya sendiri.
“Kami berharap anak-anak kita mengenal adat Minangkabau sejak dini. Sampai sekarang masih ada warga masyarakat yang belum mengetahui adatnya, bahkan ada yang belum mengenal suku dan datuaknya sendiri. Maka kegiatan seperti ini sangat baik untuk menjaga budaya kita tetap hidup,” ujarnya.
Pengawas MIN 3 Padang, Nurwatni, menyampaikan bahwa makan bajamba bukan sekadar makan bersama, melainkan warisan budaya Minangkabau yang sarat nilai.
“Makan bajamba bukan hanya duduk bersama, tetapi merupakan warisan budaya Minangkabau yang penuh dengan nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan disiplin. Dalam makan bajamba ini kita diajarkan saling menghargai, duduk bersama tanpa membedakan status. Inilah nilai yang perlu kita lestarikan,” kata Nurwatni.
Ia juga menambahkan bahwa tradisi makan bajamba harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Selain sebagai praktik pembelajaran, kegiatan makan bajamba ini juga menjadi bagian dari penilaian praktik keminangkabauan siswa kelas VI.
Penilaian dilakukan empat tim penilai, Pengawas MI, Nurwatni, Dharma Wanita (DW) Yossi, pengurus komite Helma Gusnita guru guru BAM Gusti Melia.
Penilaian mencakup aspek hidangan, kreatifitas, ketertiban, serta penerapan adab dalam kegiatan makan bajamba. (humas).





