HALUAN MADRASAH

Siap Lestarikan Kearifan Daerah Lewat Karya, Tiga Siswa MAN Lima Puluh Kota Lolos Bimtek Penulisan Budaya Lokal

×

Siap Lestarikan Kearifan Daerah Lewat Karya, Tiga Siswa MAN Lima Puluh Kota Lolos Bimtek Penulisan Budaya Lokal

Sebarkan artikel ini

LIMA PULUH KOTA, HARIANHALUAN.ID — Prestasi membanggakan ditorehkan siswa MAN Lima Puluh Kota. Tiga siswa madrasah tersebut berhasil lolos seleksi Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal tingkat SMA/MA se-Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2026.

Ketiga siswa tersebut yakni M. Fathur Rahman (kelas XI 4), Sandra Herlina (kelas XI 3), dan Qoulan Bilqisthi (kelas X 3). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Pada tahap awal seleksi, peserta diwajibkan mengirimkan karya tulis berbentuk fiksi yang mengangkat kekayaan budaya, kehidupan masyarakat, serta kearifan lokal daerah. Karya yang masuk kemudian diseleksi secara ketat hingga terpilih 50 peserta terbaik untuk mengikuti bimtek.

Baca Juga  Sinergi Orang Tua dan MTsN 4 Sijunjung, Parenting Persiapan OBA Digelar

Dari seluruh peserta tingkat SMA/MA se-Kabupaten Lima Puluh Kota, tiga siswa MAN Lima Puluh Kota berhasil masuk dalam daftar peserta terpilih. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari bimbingan Ernawati, guru Bahasa Indonesia sekaligus pembina ekstrakurikuler Bengkel Sastra di madrasah itu.

Bimtek ini menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal. Selama kegiatan, peserta memperoleh berbagai fasilitas seperti perlengkapan menulis, uang transportasi, konsumsi, sertifikat, serta buku kumpulan karya peserta.

Kepala MAN Lima Puluh Kota, Nur Ali, mengapresiasi capaian tersebut dan menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih para siswa.

Baca Juga  Kepala MTsN 6 Padang Yakub Pantau Pelaksanaan Ujian TKA

“Ini langkah awal yang baik untuk membangun tradisi literasi di madrasah. Ke depan, kami berharap semakin banyak siswa yang mampu mengembangkan potensi di bidang kepenulisan dan melahirkan penulis kreatif yang turut melestarikan kearifan lokal,” ujarnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya unggul di bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu melahirkan generasi literat yang peduli terhadap budaya daerah. Semangat berkarya dan mencintai budaya lokal diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari pembentukan generasi berkarakter. (*)