PADANG, HARIANHALUAN.ID- Wajah pendidikan madrasah kini tak lagi sekadar soal buku cetak dan papan tulis. Bertempat di Rocky Hotel Padang, Kamis (30/4), MAN 1 Padang resmi menutup agenda besar bertajuk Workshop Transformasi Digital Guru dan Tenaga Kependidikan.
Selama tiga hari, sebanyak 116 peserta dilatih untuk tidak hanya menjadi pendidik, tetapi juga inovator di era modern. Bukan sekadar formalitas, workshop ini membawa misi berat yaitu mengintegrasikan inovasi pembelajaran berbasis e-book, pelayanan prima, hingga manajemen arsip digital yang sistematis
Kepala MAN 1 Padang, Afrizal, dalam sambutannya menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan adalah harga mati. Menurutnya, penguasaan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan fondasi untuk membawa nama madrasah ke panggung internasional.
“Kegiatan ini adalah investasi pengetahuan untuk mendukung penuh program ‘Madrasah Mendunia’. Lebih dari itu, setiap ilmu yang diterapkan demi kemajuan siswa akan menjadi ladang amal jariyah bagi kita semua,” ujar Afrizal dengan optimis.
Acara ini ditutup secara resmi oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag Sumbar, Tan Gusli. Beliau mengapresiasi konsistensi MAN 1 Padang dalam mengawal transisi digital sejak 28 April lalu. Namun, Tan Gusli memberikan catatan penting bahwa teknologi hanyalah alat karakter tetaplah yang utama.
“Ini bukan sekadar tentang aplikasi atau perangkat canggih. Ini adalah upaya memantapkan adab, memperbarui ilmu, dan menyelaraskan pola pikir dengan zaman. Dengan begitu, kita benar-benar siap melakukan transformasi digital yang seutuhnya,” pungkas Tan Gusli.
Dengan berakhirnya workshop ini, 116 peserta diharapkan kembali ke madrasah dengan “senjata” baru dalam kesiapan mental dan teknis untuk mencetak generasi yang fasih teknologi namun tetap kokoh secara spiritual. (*)





