Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan memiliki kesadaran bahwa menjaga pola makan bergizi, menerapkan gaya hidup sehat dan mempersiapkan kesehatan sejak remaja merupakan investasi penting untuk melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan.
Salah seorang peserta sekaligus tokoh yang hadir dalam kegiatan, Fikri Hamdani Putra, memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa KKN UNP yang dinilai menghadirkan pendekatan baru dalam edukasi pencegahan stunting.
“Apresiasi untuk teman-teman UNP yang sudah memberikan kesempatan hari ini. Menurut saya, ini merupakan kegiatan pertama di Nagari Mungo yang mengangkat sosialisasi stunting dengan sasaran remaja. Biasanya sosialisasi hanya ditujukan kepada ibu hamil atau ibu yang memiliki bayi dan balita,” ujarnya.
Mahasiswa KKN UNP berharap sosialisasi ini mampu meningkatkan kepedulian remaja terhadap isu stunting, sekaligus mendorong mereka menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya gizi dan pola hidup sehat kepada keluarga maupun teman sebaya.
Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 2 (Zero Hunger) melalui upaya pencegahan kekurangan gizi dan penurunan prevalensi stunting.
Melalui edukasi sejak usia remaja, diharapkan lahir generasi yang lebih sehat, siap menjadi orang tua berkualitas, dan mampu mendukung terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul. (*)












