Saya sendiri mengalami bagaimana ia sangat keras terhadap dirinya, dalam sebuah perjalanan kembali dari sebuah tugas dan kebetulan ia tidak didampingi ajudan (ini mungkin aneh, tapi saya seringkali mengalami dalam melaksanakan perjalanan tugas dengannya).
Karena kerepotan membawa cairan pengganti CAPD, ia menempatkan di bagasi pesawat,
saya meminta kepada nya biar saya yang membawakan, nanti bisa dipakai saat transit atau diatas pesawat.
Amran nur tidak mau dan berkata, ‘terlalu mahal negara membayar gaji dan tunjangan mu kalau hanya sekedar membawakan barang- barang saya’, biar saja diurus poter ditarok di bagasi.
Dan akhirnya ia mengalami kejadian hampir fatal terhadap nyawanya, pesawat delay, barang di bagase tidak bisa diambil, cairan CAPD terlambat diganti, sehingga ia mengalami efek seperti pasien terlambat cuci darah, seperti keracunan dan sesampai di bandara transit langsung disambut ambulan dan dilarikan ke rumah sakit. Itulah Amran Nur yang keras hati.
Amran nur juga punya gaya birokrasi yang unik,
setiap senin pagi sawahlunto punya jadwal rapat evaluasi mingguan, dalam rapat siapa yang hanya diam saja atau pasif, maka ia sambil berseloroh akan meminta yang bersangkutan keluar dulu menjemput ‘otaknya’ yang ketinggalan tidak terbawa, namun yang memberikan masukan dan ide bagus saat rapat tersebut akan langsung diajak dan ditraktirnya makan siang sambil diskusi detail terhadap ide tersebut.
Kualitas pelaksana birokrasi juga diperbaikinya, Pendidikan ASN diperluas hingga ke skala global. Ia tidak enggan menginvestasikan sumber daya mengirim ASN muda untuk magang atau studi tiru ke berbagai kota di dunia
yang telah sukses bertransformasi.
Saya mengalami sendiri, dikirim ke Malaka-Malaysia, ke Burra dan Broken Hill di Australia,
ke kawasan heritage kota terlarang, sebuah kota tua berumur ribuan tahun di tengah kota beijing-tiongkok hingga ke Koln di Jerman yang juga bekas kota tambang, untuk mempelajari konservasi dan managemen pengelolaan kota.
Program ini bukan sekadar “study tour glamor”, melainkan misi belajar penuh tanggung jawab.
ASN yang dikirim wajib menerapkan ilmu yang didapat dalam kebijakan lokal. Konsekuensi dan tanggung jawab pasca program ini sedemikian besarnya, sehingga justru membuat beberapa ASN berpikir ulang untuk menerima tawaran.
Karena sepulangnya harus memikul beban perubahan. Amran Nur akan menagih terus,
konsep, policy brief, ide, inovasi yang bisa diterapkan di Sawahlunto. Sekembali saya ditugaskan dari studi singkat pada terowongan bekas tambang di Burra dan Broken Hill di Australia.
Walikota Amran Nur memberikan perintah kepada saya, memimpin langsung eksvakasi Terowongan Tua Mbah Suro yang sudah ditutup oleh kolonial lebih dari 100 tahun yang lalu untuk dijadikan musium bawah tanah.
Saat ini objek terowongan tua mbah suro menjadi salah satu ciri utama yang menggambarkan keunikan Sawahlunto sebagai kota sejarah pertambangan dengan derita kehidupan para pekerja tambang di jaman kolonial, sehingga kawasan dan sejarah Tambang Batubara Ombilin ditetapkan oleh Unesco sebagai World Heritage.












