OPINI

Visi dan Keteladanan Mengubah Takdir Sebuah Kota

×

Visi dan Keteladanan Mengubah Takdir Sebuah Kota

Sebarkan artikel ini
Medi Iswandi
Ka BPSDM Sumatera Barat

Eksvakasi terowongan tua ini menjadi kesan dan kenangan mendalam karena selama 27 tahun saya berkarir sebagai PNS inilah tugas paling sulit dan beresiko sangat tinggi yang pernah saya hadapi.

Kini berjalan-jalan di Sawahlunto adalah sebuah petualangan melintasi zaman. Para pelancong dapat menyusuri jejak Tambang Ombilin,
menelusuri lorong-lorong sejarah, anda akan dikagetkan oleh bunyi sirene panjang setiap jam tujuh pagi seperti menandai dimulainya aktivitas setiap orang. Kita akan menikmati arsitektur kota tua yang otentik, serta merasakan denyut budaya multietnis yang tetap hidup.

Musium, Festival budaya multi etnis, karnaval,
pertunjukan musik etnik, pacu kuda terbaik,
sampai adu balap road race di sirkuit permanen
dan suguhan kuliner khas menjadikan Sawahlunto bukan sekadar destinasi, melainkan sebuah pengalaman yang menyentuh jiwa.

Baca Juga  Desa Silungkang Oso Bertransformasi jadi Desa Wisata Digital, Mahasiswa UNP Ubah Wajah Wisata Lewat Teknologi

Kota ini tidak menjual hiburan instan, tapi menawarkan kenangan yang tak terlupakan. Buah dari segala perjuangan Amran Nur itu nyata. Saat awal Ia menjabat kota ini tingkat kemiskinan tinggi bahkan nomor dua tertinggi di Sumatera Barat, dan Pada tahun 2013 di akhir masa kepemimpinannya menjadikan kota ini dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia.

Puncak perjalanan panjang itu tiba ketika dunia akhirnya menoleh. Pada 2019 Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Pengakuan ini bukan hadiah instan, melainkan buah dari visi jauh ke depan yang ditanam Amran Nur lima belas tahun sebelumnya,
saat pilihan untuk menjaga sejarah masih dipandang sebelah mata.

Sawahlunto adalah bukti nyata bahwa sebuah kota pasca tambang bisa bertransformasi gemilang tanpa menghapus jejak sejarahnya. Dunia mengakui kota ini bukan karena kekayaannya, melainkan karena keberanian merawat luka sebagai pelajaran bagi peradaban.

Baca Juga  10 Pekerja Tambang PT NAL Ditemukan Meninggal Dunia, Empat Orang Lainnya Dirawat di RSUD Sawahlunto

Kisah Sawahlunto dan Amran Nur menunjukan bahwa kepemimpinan dengan visi yang kuat serta ketekunan dan keteladanan dapat menulis ulang takdir sebuah kota, dari yang terlupakan menjadi pusat wisata sejarah yang hidup dan menginspirasi.

Amran Nur akan selalu dikenang sebagai anak Sawahlunto yang pulang membawa perubahan,
membuktikan mengabdi menyelamatkan kampung halaman adalah puncak tertinggi dari sebuah perantauan.

“Al-Fātiḥah untuk beliau, semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, mengampuni segala khilaf dan menempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.”

Sawahlunto kini tak hanya menyimpan cerita tapi telah membuka pintunya lebar-lebar,
mengajak anda sebagai wisatawan untuk merasakan kisah kebangkitannya. (*)