KAMPUS

Mahasiswa KKN UNP Edukasi Warga Nagari Tigo Koto Silungkang Cegah Stunting melalui PHBS dan Pemanfaatan Pangan Lokal

×

Mahasiswa KKN UNP Edukasi Warga Nagari Tigo Koto Silungkang Cegah Stunting melalui PHBS dan Pemanfaatan Pangan Lokal

Sebarkan artikel ini

AGAM, HARIANHALUAN.ID – Pencegahan stunting tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan pemahaman dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat.

Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar program Sosialisasi Stunting dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, selama pelaksanaan KKN pada 6 Juli hingga 6 Agustus 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui edukasi, pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.

Tim KKN UNP, Farhan Ramadhan Putra, mengatakan kegiatan diawali dengan observasi bersama kader Posyandu pada 9 Juli 2026 untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat, serta pelaksanaan layanan posyandu di nagari.

Baca Juga  Kukuhkan Lima Guru Besar, FEB UNAND Perkuat Sumber Daya Manusia

Hasil observasi menunjukkan posyandu di Nagari Tigo Koto Silungkang telah berjalan rutin setiap bulan dengan sasaran balita, ibu, orang dewasa, hingga lanjut usia. Namun, mahasiswa menilai masih diperlukan peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan penyuluhan, agar informasi mengenai pencegahan stunting dapat dipahami lebih luas.

Berdasarkan temuan tersebut, mahasiswa menyusun kegiatan sosialisasi yang dikemas secara interaktif melalui presentasi dan poster edukatif.

Materi yang disampaikan mencakup penyebab stunting, dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, pemantauan pertumbuhan balita, serta peran keluarga dalam mencegah stunting sejak dini.

Baca Juga  Mahasiswa KKN UNP Hadirkan Terobosan di Silungkang Oso, Usung Program Inovatif untuk Perkuat Wisata, UMKM dan Digitalisasi Desa

Selain itu, edukasi mengenai PHBS juga menjadi bagian penting dalam kegiatan. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya kebiasaan sederhana, seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, serta memanfaatkan air bersih sebagai langkah preventif, untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mengurangi risiko penyakit.

Sebagai bentuk praktek langsung, mahasiswa bersama kader posyandu memperagakan pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) berbahan dasar jagung, telur, santan, dan tepung maizena.

Demonstrasi tersebut bertujuan memperkenalkan pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi menu bergizi yang mudah dibuat, terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan balita.