KAMPUS

Mahasiswa KKN UNP Edukasi Warga Nagari Tigo Koto Silungkang Cegah Stunting melalui PHBS dan Pemanfaatan Pangan Lokal

×

Mahasiswa KKN UNP Edukasi Warga Nagari Tigo Koto Silungkang Cegah Stunting melalui PHBS dan Pemanfaatan Pangan Lokal

Sebarkan artikel ini

Kegiatan itu mendapat sambutan positif dari para ibu yang hadir, karena memberikan alternatif baru dalam mengolah bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi makanan bergizi bagi anak.

Tak hanya melakukan sosialisasi, mahasiswa juga mendampingi kader posyandu dalam pendataan balita, serta berkoordinasi dengan puskesmas untuk mendukung pemantauan pertumbuhan anak yang memerlukan perhatian lebih.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan setelah masa KKN berakhir.

Program tersebut mendapat apresiasi dari kader posyandu yang menilai kegiatan mahasiswa memberikan wawasan baru bagi pelayanan kesehatan di tingkat nagari.

Baca Juga  Mahasiswa KKN UNP Hadirkan Terobosan di Silungkang Oso, Usung Program Inovatif untuk Perkuat Wisata, UMKM dan Digitalisasi Desa

“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain menambah pemahaman tentang stunting dan PHBS, kami juga memperoleh pengetahuan baru mengenai pengolahan MPASI berbahan jagung. Sebelumnya kami belum mengetahui bahwa jagung dapat diolah menjadi makanan bergizi yang disukai balita. Kami berharap pengetahuan ini dapat terus kami terapkan dan dibagikan kepada para orang tua pada kegiatan posyandu berikutnya,” ujar salah seorang kader posyandu.

Mahasiswa KKN UNP menilai keberhasilan pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah nagari, kader posyandu, tenaga kesehatan, perguruan tinggi dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan dan gizi sejak usia dini.

Melalui edukasi yang berkelanjutan, serta pemanfaatan potensi pangan lokal, masyarakat diharapkan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan menerapkan pola hidup sehat.

Langkah tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. (*)