KAMPUS

KKN UNP Hadirkan Lima Program Strategis, Dukung Digitalisasi hingga Pencegahan Stunting di Nagari Tanjung Alai

×

KKN UNP Hadirkan Lima Program Strategis, Dukung Digitalisasi hingga Pencegahan Stunting di Nagari Tanjung Alai

Sebarkan artikel ini

Di bidang digitalisasi, mahasiswa membangun website resmi PKK Nagari Tanjung Alai sebagai upaya meningkatkan kualitas administrasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

Website tersebut memuat profil organisasi, data dasawisma, berita kegiatan, hingga informasi kontak, sehingga pengelolaan data menjadi lebih tertata dan mudah diakses.

Mahasiswa juga mengoptimalkan website resmi nagari dengan memperbarui berbagai informasi pelayanan publik serta mempublikasikan kegiatan masyarakat selama pelaksanaan KKN.

Peningkatan literasi digital juga menjadi perhatian melalui sosialisasi di SMP Negeri 8 X Koto Singkarak dan SMK Negeri 1 Singkarak. Dalam kegiatan tersebut, siswa dibekali pemahaman mengenai penggunaan media sosial secara bijak, kemampuan menyaring informasi, serta pemanfaatan platform digital sebagai sarana belajar dan mengembangkan potensi diri.

Baca Juga  UIN IB Lakukan Pemeliharaan Sejumlah Fasilitas

Sementara itu, pada sektor pariwisata, mahasiswa mendukung pengembangan destinasi Lereng Green View dan Fanorama Tanjung Alai melalui penyediaan fasilitas pendukung dan promosi digital.

Empat unit tempat sampah berbahan bambu dan ban bekas ditempatkan di dua lokasi wisata untuk meningkatkan kebersihan kawasan. Selain itu, dibangun gapura bertuliskan “Welcome to Lereng Green View”, sebagai identitas destinasi sekaligus memperkuat daya tarik wisata.

“Upaya promosi juga dilakukan melalui pembuatan konten media sosial yang menampilkan keindahan panorama alam Nagari Tanjung Alai,” ucapnya.

Baca Juga  KKN UNP Gelar Turnamen Futsal Se-Kecamatan IV Koto Aur Malintang

Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, mahasiswa mengembangkan program pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal.

Melihat melimpahnya produksi buah naga di Nagari Tanjung Alai, mahasiswa memperkenalkan inovasi pengolahan menjadi stik buah naga yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Melalui pelatihan dan praktek langsung, masyarakat dibimbing mulai dari proses produksi hingga strategi pemasaran digital melalui berbagai platform daring, seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, dan Shopee.