PADANG, HARIANHALUAN.ID — Merespons keluhan warga terkait jalan berlubang di kawasan Balai Selasa, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam anggota DPRD Sumbar dari daerah pemilihan (Dapil) Agam–Bukittinggi, Lazuardi Erman bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar.
Hasil koordinasi tersebut ditindaklanjuti dengan dimulainya pekerjaan perbaikan jalan oleh tim Dinas BMCKTR Sumbar pada Minggu (21/6).
“Kerusakan jalan ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Bahkan warga melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di badan jalan yang berlubang. Sebagai wakil masyarakat Dapil Agam-Bukittinggi, saya langsung berkoordinasi dengan Dinas BMCKTR agar penanganannya segera dilakukan,” ujar Lazuardi Erman yang juga Ketua Komisi V DPRD Sumbar saat diwawancarai pada hari yang sama.
Lazuardi menjelaskan, titik kerusakan berada di ruas jalan yang melintasi jembatan. Sebelumnya, lokasi tersebut sempat diperbaiki oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) V, namun kembali mengalami kerusakan. Setelah kewenangan penanganannya beralih ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, perbaikan kini dilaksanakan oleh Dinas BMCKTR.
Selain penanganan darurat yang sedang berlangsung, kata dia, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp6 miliar melalui pos Transfer ke Daerah (TKD) untuk perbaikan ruas jalan tersebut secara menyeluruh. Anggaran tersebut diharapkan mampu menghadirkan penanganan yang lebih permanen sehingga kerusakan tidak kembali terulang.
“Kami tidak hanya mendorong penanganan sementara, tetapi juga memastikan telah tersedia anggaran sekitar Rp6 miliar dari pos TKD untuk perbaikan secara menyeluruh. Harapannya, masyarakat dapat menikmati jalan yang aman dan nyaman dalam jangka panjang,” katanya.
Ia berharap pekerjaan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga aktivitas masyarakat kembali lancar dan risiko kecelakaan akibat jalan berlubang dapat diminimalkan.”Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas. Kami akan terus mengawal agar penanganan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat dilakukan secara cepat dan tuntas,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades saat diwawancarai Haluan terkait hal ini mengatakan, tim teknis telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat terhadap kerusakan jalan dimaksud.
“Untuk sementara, kami akan memasang pelat baja (Aramco) agar ruas jalan tetap dapat dilalui. Namun, kami mengimbau kendaraan dengan Muatan Sumbu Terberat (MST) di atas 8 ton agar tidak melintasi jalur tersebut karena kondisi jembatan merupakan konstruksi lama berbahan bata dengan aliran irigasi di bawahnya,” jelasnya.
Ia menyebut, penanganan permanen akan dilakukan dengan membongkar jembatan lama dan menggantinya menggunakan box culvert. Pekerjaan tersebut telah dianggarkan melalui dana TKD dan saat ini sedang dipercepat proses pelaksanaannya.
“Kerusakan di lokasi ini sudah dua kali kami tangani dengan pemasangan pelat baja. Namun, karena struktur jembatannya sudah tua dan berbahan bata, kerusakan tidak bisa diatasi hanya dengan penambalan. Solusinya harus dibongkar dan dibangun kembali menggunakan box culvert,” ujarnya.
Menurut Armizoprades, anggaran untuk pembangunan permanen telah tersedia melalui pergeseran anggaran. Saat ini proses administrasi dan survei teknis tengah diselesaikan agar pekerjaan dapat segera dilaksanakan.
“Kami akan mempercepat seluruh proses agar penanganan permanen bisa segera direalisasikan sehingga masyarakat dapat kembali menggunakan jalan tersebut dengan aman,” tukasnya.
Sebelumnya warga Balai Selasa, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang pada, Sabtu (20/6) malam. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi jalan rusak yang dinilai membahayakan pengendara dan sering menyebabkan kecelakaan. (*)






