OPINI

KESIAPAN MENTAL GENERASI MUDA DALAM MENGHADAPI PEMBANGUNAN

×

KESIAPAN MENTAL GENERASI MUDA DALAM MENGHADAPI PEMBANGUNAN

Sebarkan artikel ini

Oleh : Hendri Piliang

Akhir-akhir ini di Kabupaten Dharmasraya sering dipublikasikan dari berbagai media social bahwa sering terjadi setiap malam minggu atau hari libur sekolah adalah “resing” di sepanjang lintas sumatera, baik di jalur dua depan Kantor Bupati Dharmasraya, pulau punjung, maupun di jalan jalur dua di depan Global Swalayan Koto Baru. Secara sepintas memang itu dianggap hal biasa dan wajar saja bagi beberapa kalangan, namun hal itu bisa juga menjadi hal tidak wajar bagi seabagian kalangan.

Coba kita analisa secara sederhana, sebenarnya hal itu sudah lama terjadi baik di Pulau Punjung maupun di Koto Baru. Namun di Koto Baru itu sejak belum adanya jalan dua jalur sudah terjadi juga, apalagi sejak adanya jalan dua jalur saat ini, hal itu semakin menjadi-jadi. Dulu semasa masih satu jalur, pernah terjadi kecelakaan di lokasi jalan lintas sumatera Koto Baru itu, sehingga menimbulkan hilangnya nyawa. Sejak kejadian itu lama berhenti dan tidak ada lagi yang berani melakukan “resing” disepanjang lintas sumatera tersebut.

Namun dengan adanya jalan dua jalur itu saat ini, hal itu menimbulkan pemain baru lagi, terutama generasi muda seusia anak SMP atau SMA. Pola yang mereka lakukan adalah dengan melakukan aksinya saat jam menunjukan jarum jam 11 atau 12 malam, bahkan sampai jam 1 atau 2 pagi. Kenapa hal itu dilakukan di tengah malam karena kalau dilakukan pada senja hari, tentu aparat kemanan masih stanby di lokasi, tapi ketika aparat keamanan meninggalkan lokasi mereka langsung beraksi.

Baca Juga  Seruan Taubat Ekologis di Balik Galodo Sumatera

Jika ditanya apakah tidak ada tindakan dari aparat keamanan atau pihak pemerintah nagari dan pihak ninik mamak setempat bahkan orang tua masing-masing, barangkali semua upaya itu telah pernah dilakukan. Namun dari semua itu tidak juga membuahkan hasil yang maksimal, contohnya, ditangkap oleh aparat keamanan ditingkat Polsek maupun Polres bahkan melibatkan pihak Brimob, namun selalu terjadi berulang kali. Aksi itu tetap berlanjut disetiap malam minggu atau malam libur sekolah, bahkan saat tulisan ini dibuat juga masih terdengar suara bising motor ditengah malam, sehingga warga disekitar lokasi sulit tidur di malam harinya.

Secara umum mungkin semua orang bahkan pelaku sendiri tahu bahwa akibat negatif dari aksi “resing” tersebut akan menimbulkan akibat negatif bagi pelaku sendiri, bagi pengguna jalan lainnya, bahkan bagi warga sekitarnya. Namun kenapa hal itu selalu terjadi dan terjadi berulang, melalui tulisan ini, kami hanya dapat menghimbau dan mengingatkan bagi pelaku bahwa perbuatannya itu akan menimbulkan akibat negatif bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Sangat diharapkan kesadaran dari masing-masing pelakunya, bahwa perbuatan itu akan berdampak negatif bagi pelaku sendiri maupun bagi orang lain.

Disinilah peran kesiapan mental para generasi muda dalam menyikapi setiap kemajuan dan pembangunan yang dilakukan pemerintah dalam pembangunan fisik jalan. Setiap adanya pembangunan akan adanya dampak positif dan negatif, namun perlu juga adanya kesiapan mental para generasi muda dalam menyikapi setiap kemajuan dan pembangunan tersebut. Aparat keamanan sudah bertindak bahkan pihak pemerintahan nagari, ninik mamak, bahkan orang tua sampai guru di sekolah telah mengingatkan.

Baca Juga  Menilik Transformasi Layanan Publik Melalui Mal Pelayanan Publik

Semua itu tidak akan ada artinya sama sekali, jika kesadaran dan kesiapan mental para generasi muda dalam menyikapi setiap adanya kemajuan dan pembangunan fisik seperti adanya jalan yang mulus dan luas. Padahal jalan yang mulus dan luas itu adalah bertujuan untuk kenyamanan dan ketenangan bagi pengguna jalan, tapi jika adanya suara knalpot yang keras dan mengendara dalam kecepatan tinggi bahkan sampai mengangkat motor dengan jalan satu roda, hal itu akan mengganggu kenyamanan pengguna jalan fasilitas umum.

Kesadaran dan kesiapan mental generasi muda ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi setiap pembangunan fisik baik jalan, lampu jalan maupun fasilitas umum lainnya. Tanpa kesadaran dan kesiapan mental generasi muda dalam menghadapi setiap pembangunan dan kemajuan, semua itu akan sia-sia, padahal pembangunan jalan itu adalah untuk kenyamanan dan ketenangan bagi penggunanya. Semoga generasi muda di Kabupaten Dharmasraya dapat menyesuaikan diri dan menggunakan fasilitas umum itu untuk kenyamanan dan ketenangan bagi penggunanya. Selamat menikmati fasilitas umum yang nyaman dan tenang. (*)